Kesehatan Gigi dan Karies Gigi

Hadikreatif. Kesehatan Gigi dan Karies Gigi. Kesehatan gigi dan aries. Gigi merupakan bagian tubuh yang berfungsi untuk mengunyah, berbicara, mempertahankan bentuk muka, dan estetika. Gigi sehat adalah keadaan gigi yang bersih tanpa adanya plak, karies, nyeri, dan penyakit lainya. Gigi dapat berfungsi dengan baik apabila gigi tersebut dalam keadaan sehat, sebaliknya gigi yang tidak sehat akan menimbulkan masalah.

Kesehatan gigi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Saat ini masalah kesehatan gigi  masih menjadi prioritas kedua terutama bagi masyarakat Indonesia. Padahal dari sakit gigi yang tampaknya sepele, bisa menjadi pemicu timbulnya sejumlah penyakit berbahaya.

Dari beberapa studi dilaporkan adanya hubungan antara penyakit gigi dengan penyakit jantung koroner, aterosklerosis, pneumonia, diabetes dan kelahiran prematur. Bahkan, penyakit gigi juga pernah dilaporkan bisa menyebabkan kematian. Informasi statistik rumah sakit di Indonesia tahun 2017 menunjukkan bahwa penyakit gigi kronis seperti penyakit pulpa dan periodontal termasuk dalam urutan ke-24 dari 50 peringkat utama penyebab kematian di rumah sakit.

Kesehatan Gigi dan Karies Gigi

Karakteristik Kesehatan Gigi Anak

Secara fisiologis, gigi sulung atau gigi susu akan tanggal pada usia sekitar 6-7 tahun, dimana pada umur tersebut anak-anak rerata sudah berada dikelas 1 sekolah dasar. Gigi susu yang tanggal tersebut akan digantikan gigi tetap dengan urutan tumbuh, yaitu gigi seri bawah, gigi seri atas, gigi taring bawah, gigi geraham kecil bawah, gigi geraham kecil atas, gigi geraham besar bawah, gigi geraham besar atas, dan terakhir gigi taring atas. 

Sekitar usia 14-15 tahun, semua gigi susu telah tanggal dan semua gigi yang ada dalam mulut adalah gigi tetap. Satu hal yang perlu diketahui orang tua bahwa tumbuhnya gigi geraham besar bawah dan atas pertama itu tidak menggantikan gigi susu manapun. Gigi geraham ini tumbuh secara diam-diam. Karena karakteristik tumbuhnya yang diam-diam, biasanya gigi geraham ini rawan sekali terjadi kerusakan dan sering kali harus dikorbankan dengan cara dicabut.
Berhubungan dengan proses fisiologis bergantinya gigi susu menjadi gigi tetap yang berlangsung saat anak usia sekolah, maka diperlukan perhatian yang lebih dari orang tua dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut anaknya. Orang tua perlu mengajarkan cara gosok gigi yang benar, memfasilitasi perawatan gigi pada anak, memberikan makanan yang tepat dan bergizi, serta membawa anaknya melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Apabila anak sudah dibiasakan melakukan perawatan gigi dan mulut yang baik dan benar sejak usia sekolah, maka diharapkan dapat terbentuk pola perilaku perawatan kesehatan gigi dan mulut yang baik dalam kehidupan anak.
Baca: Dampak Minuman Kopi pada Kesehatan Gigi

Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Gigi 

Kesehatan gigi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

  1. Gizi makanan. Perlu kita ketahui bahwa benih gigi sudah terbentuk waktu janin (embrio) berusia ½ bulan dalam kandungan. Makanan-makanan ini sudah tercakup dalam empat sehat lima sempurna
  2. Pengaruh selama pembentukan gigi. Zat kapur merupakan bahan utama dalam pembentukan enamel, di samping vitamin C, D dan lain-lain.
  3. Bila gigi sudah tumbuh. Makanan yang empuk dan lunak tidak memerlukan pengunyahan yang sulit. Sering tidaknya kita makan juga mempengaruhi. Pengaruh asam dari zat hidrat arang dalam mulut terjadi selama 40 menit pertama sesudah makan. Kalau kita makan 3 kali sehari maka pengaruh asam hanya terjadi selama 3 x 30 menit = 1,5 jam/hari.
  4. Jenis makanan. Makanan yang mudah lengket dan menempel digigit seperti permen dan coklat, makanan ini sangat disukai oleh anak anak. dan tanpa disadari dapat mengakibatkan gangguan. Makanan tadi mudah tertinggal dan melekat pada gigi, sehingga bila terlalu sering dan lama, maka berakibat tidak baik. Makanan yang manis dan lengket tersebut akan bereaksi di mulut dan asam yang merusak email gigi.
  5. Kebersihan gigi. Kebiasaan dan perilaku membersihkan gigi sangat mempengaruhi kebersihan gigi, dan kebersihan gigi sangat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut secara umum.
  6. Kepekatan air ludah. Pada orang-orang yang mempunyai air ludah sangat pekat dan sedikit akan lebih mudah giginya menjadi berlubang dibandingkan dengan air ludah yang encer dan banyak, sebab pada orang yang berair ludah pekat dan sedikit maka sisa makanan akan mudah menempel pada permukaan gigi.

Ciri-Ciri Gigi yang Sehat

Secara umum, gigi dan mulut dikatakan sehat apabila gigi dapat berfungsi dengan baik, bersih, tanpa adanya keluhan sakit atau nyeri, serta tidak menimbulkan bau kurang sedap yang keluar dari mulut. Menurut WHO, gigi dan mulut dikatakan sehat apabila gigi berwarna putih kekuningan dengan mahkota gigi utuh, leher gigi tidak kelihatan, kondisi gusi dan mukosa mulut sehat, tidak ada keluhan sakit dan bau mulut.

Terganggunya Kesehatan Gigi karena Karies

Karies berasal dari bahasa Latin yaitu caries yang artinya kebusukan. Perkembangan karies dapat berbeda pada setiap orang. Apabila perkembangannya lambat, mungkin membutuhkan waktu yang lama sampai  karies menjadi kavitas besar. Akan tetapi perkembangan yang cepat hanya membutuhkan waktu beberapa bulan saja.
Tanda dan gejala karies gigi.

  1. Terdapat tanda-tanda keretakan email atau kavitas gigi.
  2. Dentin di dalam kavitas lebih lunak dari pada dentin di sekelilingnya
  3. Terdapat warna yang berbeda dengan email sekelilingnya.
  4. Pit (lekukan pada email gigi) dan fisur (bentuk lekukan email gigi pada gigi molar dan pre molar) kadang-kadang berwarna tua bukan karena karies gigi, tetapi karena noda akibat beberapa makanan.

Etiologi karies gigi

1.        Faktor host
Daerah yang gampang diserang karies adalah pit dan fisure pada permukaan oklusal dan premolar. Permukaan gigi yang kasar juga bisa mengakibatkan plak yang mudah melekat dan membantu perkembangan karies gigi. Kepadatan kristal enamel sangat memilih kelarutan enamel. 
Gigi susu lebih mudah terserang karies berdasarkan dalam gigi permanen, hal ini dikarenakan gigi susu lebih besar mengandung bahan organik & air menurut dalam mineral, & secara kristalografis mineral. Alasan mengapa susunan kristal & mineralisasi gigi susu kurang adalah pembentukan juga mineralisasi gigi susu terjadi pada kurun saat 1 tahun sedangkan pembentukan dan mineralisasi gigi tetap 7-8 tahun.

2.        Faktor agent
Plak gigi memegang peranan krusial pada mengakibatkan terjadinya karies. Plak merupakan suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu matriks yang terbentuk & melekat erat dalam permukaan gigi yang tidak dibersihkan.
Plak bakteri ini bisa setebal beratus-ratus bakteri sehingga tampak sebagai lapisan putih. Secara histometris plak terdiri menurut 70% sel-sel bakteri & 30% materi interseluler yang dalam pokoknya asal dari bakteri.

Pengaruh substrat atau diet

Dibutuhkan ketika minimum tertentu bagi plak dan karbohidrat yang melekat dalam gigi buat membentuk asam dan bisa mengakibatkan demineralisasi email. Karbohidrat ini menyediakan substrat buat pembuatan asam bagi bakteri & sintesa polisakarida ekstra sel.

Orang yang kebanyakan mengkonsumsi karbohidrat terutama sukrosa cenderung mengalami kerusakan gigi, kebalikannya pada orang dengan diet banyak mengandung lemak & protein hanya sedikit atau sama sekali tidak memliki karies gigi. Hal ini dikarenakan adanya pembentukan ekstraseluler matriks (dekstran) yang didapatkan karbohidrat menurut pemecahan sukrosa sebagai glukosa & fruktosa. Glukosa ini dengan donasi Streptococcus mutans membangun dekstran yang adalah matriks yang melekatkan bakteri dalam enamel gigi. 

Oleh karena itu sukrosa merupakan gula yang paling kariogenik (makanan yang dapat memicu timbulnya kerusakan/karies gigi atau kuliner yang kaya akan gula). 20 Sukrosa adalah gula yang paling banyak dikonsumsi, maka sukrosa merupakan penyebab karies yang primer.

Makanan dan minuman yang mengandung gula akan menurunkan pH plak dengan cepat hingga dalam level yang dapat menyebabkan demineralisasi email. Plak akan tetap bersifat asam selama beberapa waktu. Untuk balik  ke pH normal lebih kurang 7, diharapkan waktu 30-60 mnt.

Secara generik, karies dianggap sebagai penyakit kronis pada insan yang berkembang dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Adanya saliva pada pada lingkungan gigi mengakibatkan karies akan dapat menghancurkan gigi dalam hitungan hari atau minggu, melainkan dalam bulan atau tahun. Lamanya waktu yang diperlukan karies buat berkembang sebagai suatu kavitas relatif bervariasi, diperkirakan 6-48 bulan. Dengan demikian sebenarnya masih ada kesempatan yang baik untuk menghentikan penyakit ini.

Terbentuknya karies karena Kebiasaan makan

Pada zaman modern ini, banyak kita jumpai jenis-jenis makanan yang bersifat manis, lunak & mudah melekat contohnya permen, coklat, bolu, biscuit & lain-lain. Di mana biasanya makanan ini sangat disukai oleh anak-anak. Makanan ini karena sifatnya yang lunak maka tidak perlu pengunyahan sehingga mudah inheren pada gigi & jika tidak segera dibersihkan maka akan terjadi proses kimia beserta menggunakan bakteri & air ludah yang bisa merusak email gigi.

Kebiasaan makan ditentukan oleh faktor ekstrinsik & intrinsik. Faktor ekstrinsik adalah faktor yang asal berdasarkan luar insan misalnya lingkungan alam, lingkungan sosial, lingkungan budaya serta lingkungan ekonomi. Faktor intrinsik merupakan faktor yang asal berdasarkan dalam diri insan, seperti: asosiasi emosional, keadaan jasmani & kejiwaan yang sedang sakit serta penilaian yang lebih terhadap mutu kuliner pula adalah faktor intrinsik.

Penelitian Nizel (1981) pada anak umur 6 tahun di Inggris memperlihatkan bahwa kuliner yang berbentuk lunak dan lengket dapat berpengaruh terhadap terjadinya penyakit karies gigi. Zat gizi misalnya vitamin & mineral, protein hewani dan botani, dan karbohidrat yang terkandung pada makanan sehari-hari dapat mensugesti terjadinya penyakit karies gigi. 

Hal ini yang perlu mendapat perhatian tidak hanya nutrisi saja, namun cara mengonsumsi jenis makanan & saat hadiah, karena semua ini akan menghipnotis kesehatan gigi & mulut. Sukrosa adalah salah  satu jenis karbohidrat yang terkandung pada kuliner lainnya yang merupakan substrat buat pertumbuhan bakteri yang pada akhirnya akan menaikkan proses terjadinya karies gigi.

Faktor-faktor yang menghipnotis karies gigi

  1. Umur. Dengan bertambahnya usia, lambat laut juga akan mengakibatkan terjadinya karies gigi.
  2. Jenis kelamin. Selama masa kanak-kanak & remaja, perempuan   memberitahuakn nilai DMF-T yang lebih tinggi daripada laki-laki. Walaupun demikian, umumnya oral higiene perempuan   lebih baik sebagai akibatnya komponen gigi yang hilang (M=Missing) lebih sedikit.
  3. Sosial ekonomi. Karies dijumpai lebih rendah pada kelompok sosial ekonomi rendah dan sebaliknya. Ada dua faktor sosial ekonomi yaitu pekerjaan dan pendidikan. Pendidikan adalah faktor kedua terbesar yang mempengaruhi status kesehatan. Seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi akan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang kesehatan sehingga akan mempengaruhi perilakunya untuk hidup sehat.
  4. Pola makan. Pola makan juga menjadi faktor terjadinya karies gigi, bolehlah kita memakan apa aja yang penting jaga kesehatan dan rutin menggosok gigi.
Klasifikasi karies gigi

  1. Karies superfisialis, yaitu karies yang baru mengenai enamel dan belum sampai pada dentin.
  2. Karies media, karies yang sudah sampai pada dentin tapi belum melebihi setengah dentin.
  3. Karies profunda, yakni karies yang sudah melebihi setengah dentin bahkan terkadang sudah sampai pada pulpa
Pencegahan karies gigi

  1. Pencegahan primordial, yaitu tindakan ini ditujukan pada kesempurnaan struktur enamel dan dentin atau gigi pada umumnya.
  2. Pencegahan primer, merupakan upaya meningkatkan kesehatan (health promotion), meliputi upaya promosi kesehatan meliputi pengajaran tentang cara menyingkirkan plak yang efektif atau cara menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluor dan menggunakan benang gigi (dental floss).
  3. Pencegahan tersier, adalah pelayanan yang ditujukan terhadap akhir dari patogenesis penyakit yang dilakukan untuk mencegah kehilangan fungsi, yang meliputi pembatasan cacat (Disability Limitation), merupakan tindakan pengobatan yang parah,
Dampak karies gigi
Karies gigi yang diderita seseorang akan menimbulkan gejala dan akibat yang berbeda sesuai dengan klasifikasinya, namun secara umum, jika karies gigi maka akan menimbulkan seperti keterbatasan fungsi gigi (sulit mengunyah, makanan tersangkut, nafas berbau, pencernaan terganggu), disabilitas fisik (diet tidak efektif, terpaksa menghindari makanan tertentu, tidak dapat menggosok gigi dengan baik), rasa sakit (sakit kepala, infeksi dan radang), ketidaknyamanan psikis (merasa rendah diri dan sangat khawatir), dan disabilitas psikis seperti susah tidur dan sulit konsentrasi.

Perawatan kesehatan gigi dan mulut
Sebaiknya merawat gigi sejak dini. Jangan menunggu gigi bermasalah baru kemudian mengunjungi dokter gigi.

Perawatan gigi dan mulut seharusnya dimulai sejak gigi pertama anak tumbuh sekitar 6 bulan. Bersihkanlah mulut bayi ketika selesai menyusu, terutama bila bayi minum susu formula. Bersihkanlah dengan menggunakan jari telunjuk ibu yang dibungkus kasa yang telah dicelupkan ke dalam air hangat, atau menggunakan sikat khusus bayi. 

Bersihkan juga lidah dan gusi bayi. Sisa-sisa susu yang mengumpul pada lidah dan gusi bila tidak dibersihkan akan menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang biak. Apabila gigi bayi sudah biasa dibersihkan, maka pengenalan sikat gigi biasa pada anak menjadi tidak terlalu sulit. ketika masih bayi tidak perlu menggunakan pasta gigi.

Pasta gigi yang mengandung fluor baru boleh diberikan kepada anak-anak setelah mareka bisa berkumur dan membuang air kumurannya, kira-kira ketika sudah berumur 3,5 sampai 4 tahun. Namun dalam proses menyikat gigi harus tetap dalam pengawasan orang tua. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam merawat kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut (Anastasia, 2005).
1.        Menggosok gigi (brushing). Sebaiknya menggosok gigi 2 kali sehari, yaitu sesudah sarapan dan sebelum tidur malam hari.  Diluar jadual rutin 2 kali sehari, sebaiknya segera menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan yang manis dan lengket. Sisa makanan manis yang tidak segera dibersihkan menjadi penyebab utama terjadinya gigi berlubang. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggosok gigi adalah:
a.   Terapkanlah cara menyikat gigi yang baik dan benar. Sikatlah gigi dengan arah ke atas lalu ke bawah atau dari arah gusi ke arah ujung gigi.
b.    Ganti sikat gigi Anda tiga bulan sekali atau bila bulu sikat sudah mekar. Penempatan sikat gigi pun harus diperhatikan.
2.        Pemeriksaan ke dokter gigi. Pemeriksaan ke dokter gigi dianjurkan 6 bulan sekali, terutama pada anak usia sekolah, karena pada masa ini terjadi pergantian dari gigi susu ke gigi permanen. pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat penting, untuk mencegah terjadinya karies gigi dan gangguan kesehatan gigi lainnya.
3.        Mengatur makanan. Untuk melindungi gigi agar tidak rusak, sebaiknya beberapa makanan berikut ini harus dihindari:
a.         Makanan yang mengandung cuka, karena bersifat korosif. Bila ini bersatu dengan saliva yang juga mempunyai sifat asam maka akan mengikis gigi. Oleh sebab itu, segeralah minum air setelah makan makanan asam atau mengandung cuka.
b.         Hindari terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi. Sisa gula akan menempel di gigi. Setelah berakumulasi dengan saliva dan zat lainnya dapat menimbulkan plak. Jika dibiarkan, lama-lama menyebabkan karies. Hal yang sama pada makanan yang mengandung tepung dan coklat, karena sifatnya yang lengket menjadi terakumulasi dan tahap demi tahap menyebabkan kerusakan gigi.
c.         Minum air putih sangatlah penting, karena mampu menetralkan keadaan asam di dalam mulut akibat fermentasi makanan serta dapat membantu gigi menjadi bersih. Minum air teh dapat mencegah karies gigi, karena teh mengandung flour dan zat polif enol.
d.        Konsumsi makanan yang mengandung tinggi kalsium, fospor, vitamin C, vitamin D seperti susu, keju, yogurt, telur, sayur, buah dan lain-lain. Karena dapat membantu membentuk serta menguatkan tulang dan gigi.
4.        Penggunaan Flouride
Salah satu substansi yang sering ditambahkan pada pasta gigi adalah senyawa fluoride yang berguna untuk membuat gigi lebih resisten terhadap kekeroposan atau mencegah gigi berlubang dan juga untuk mendukung remineralisasi. 

\Dari hasil kajian terhadap 74 penelitian yang melibatkan lebih dari 42.000 anak di bawah usia 16 tahun dinyatakan bahwa anak-anak yang menggosok gigi menggunakan pasta gigi berfluoride kemungkinan gigi berlubang berkurang 24% dibanding dengan yang menggunakan pasta gigi tidak berfluoride.

Senyawa fluoride adalah suatu garam fluoride yang banyak sekali terdapat di dalam alam dapat berupa sodium fluoride, calcium fluoride, ammonium fluoride, aluminium fluoride, ammonium fluorosilikat, ammonium fluorofosfat, hexadesil ammonium fluoride, magnesium fluoride dan garam-garam lainnya.

Selain kegunaan yang telah dijelaskan ternyata penggunaan dan pemasukan senyawa fluoride yang berlebihan ke dalam tubuh juga mempunyai resiko buruk, yaitu diantaranya fluorisis gigi.

Indonesia telah menetapkan bahwa jumlah senyawa fluoride yang boleh terkandung dalam pasta gigi tidak boleh lebih dari 0,15% atau 1500 ppm dihitung dari kadar total F (fluor). Hal ini sejalan dengan yang telah ditetapkan oleh negara-negara di ASEAN, kecuali Thailand. Thailand menetapkan kadar fluoride dalam pasta gigi tidak boleh lebih dari 0,11% atau 1100 ppm, disebabkan karena kandungan fluoride pada air minum di Thailand sudah cukup tinggi. Sedangkan untuk pasta gigi anak-anak kandungan fluoridenya harus kurang dari 0,1% atau 1000 ppm.

e.         Penggunaan benang gigi (flossing)
Flossing (benang gigi) adalah bagian penting dari perawatan gigi sehari-hari yang dilakukan untuk menghilangkan plak dan sisa-sisa makanan dari sela gigi, bracket dan kawat gigi. Flossing menjaga gigi dan gusi tetap bersih dan sehat.

Flossing adalah tindakan pembersihan plak dan sisa makanan yang menempel pada gigi dengan melalui alat bantu berupa benang gigi maupun sikat interdental. Flossing sangat berguna bagi kesehatan dan kelangsungan vitalitas gigi. Dengan melakukan flossing minimal 2 kali sehari, gigi kita terjaga kebersihannya pada setiap permukaannya. Flossing membantu mengurangi angka kejadian karies gigi secara signifikan, terutama bagi kasus karies interdental.

Macam-macam dental floss diantaranya berupa benang gigi dan sikat interdental, yang masing-masing penggunaannya berbeda berdasarkan besarnya celah antar gigi. Benang gigi dipergunakan bagi keadaan dimana celah gigi sangat rapat sehingga alat bantu lain misalnya tusuk gigi tidak dapat menjangkaunya. Lain dengan benang gigi, sikat interdental digunakan pada keadaan dimana celah antar gigi longgar atau sangat longgar

Demikian uraian mengenai kesetan gigi dan karies gigi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kesehatan Gigi dan Karies Gigi"

Post a Comment