Kesehatan Reproduksi dalam Pandangan Agama

Kesehatan Reproduksi dalam Pandangan Agama.  Agama khususnya agama Islam merupakan agama sebagai pandangan hidup yang membahas banyak hal dalam dunia ini, demikian halnya dengna kesehatan reproduksi perempuan yang tentu saja berfungsi sebagai pengatur tingkah laku manusia agar berjalan sesuai amanah dalam Islam. 

Islam mengatur kesehatan reproduksi manusia ditujukan untuk memuliakan dan menjunjung tinggi derajat manusia. 
Sebelum majunya ilmu kesehatan dan kedokteran, Islam telah mengaturnya sesuai dengan yang dituliskan dalam Kitab Suci Al-Quran, hadits, dan ijma oleh para syeh dan ulama besar, yang terdiri dari seksualitas, kehamilan, menyusui, kontrasepsi dan KB, dan aborsi, serta hal lain yang tidak dapat dijelaskan satu-persatu. 

Maka dari itu sebagai orang muslim wajiblah kita mematuhi segala larangan dan mematuhi apa yang menjadi landasan hidup yang diajarkan Islam.


Kesehatan Reproduksi dalam Pandangan Agama

Kesehatan Reproduksi dalam Pandangan Agama

Ajaran Islam normatif mengapresiasi kesehatan reproduksi perempuan yang mana seksualitas sebagai fitrah manusia baik laki-laki maupun perempuan yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya dan dengan cara yang sehat. Dalam bahasa agama seks adalah anugerah Tuhan. 
Baca Juga: Bentuk Organ Reproduksi Wanita
Hasrat seks harus dipenuhi sepanjang manusia membutuhkannya. Pengekangan atasnya bisa menimbulkan krisis psikologi dan sosial. 
Islam tidak menganjurkan hidup lajang, Islam mensahkan atau menyetujui hubungan seks hanya melalui proses pernikahan. Islam tidak membenarkan adanya tingkah laku seperti seks bebas. 
Tujuan pernikahan, menyalurkan hasrat manusia secara sehat dan secara bertanggung jawab dan  niat manusia untuk melestarikan kehidupan manusia di bumi ini, dan menjadi wadah bagi umat manusia menemukan tempat ketenangan dan keindahannya. Melalui pernikahan, kegelisahan dan kesusahan hati manusia mendapatkan salurannya.

Kesehatan Reproduksi lebih khususnya dibahas pada bidang ilmu kedokteran karena memang itu adalah salah satu disiplin ilmu tentunya, yang mana pengertian reproduksi itu sendiri adalah sarana atau organ pada perempuan untuk menghasilkan keturunan. Sedangkan pengertian kesehatan reproduksi diartikan sebagai keadaan sehat fisik, mental, sosial dalam segala hal yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. 
Bahwa kesehatan reproduksi juga berhubungan erat dengan kemampuan seseorang untuk mendapatkan kehidupan seksual yang aman dan dihalalkan oleh agama, serta kemampuan untuk memiliki keturunan dan bebas menentukan waktu memiliki keturunan dan jumlah keturunan. 

Kesehatan reproduksi cukup besar ruang lingkupnya yang terdiri dari alat reproduksi, kehamilan dan persalinan, kespro remaja, pencegahan kanker leher rahim, metode kontrasepsi dan KB, kesehatan seksual dan gender, perilaku seksual yang sehat dan tidak berakibat fatal, pemeriksaan payudara dan panggul, impotensi, HIV/AIDS, infertilitas, kesehatan reproduksi laki-laki, perempuan usia lanjut, kesehatan reproduksi pengungsi, infeksi saluran reproduksi, safe motherhood, kesehatan ibu dan anak, aborsi, serta infeksi menular seksual.

Agama Islam

Islam merupakan Agama yang hebat yang menguraikan seluruh yang ada di bumi dan dilangit tinggal manusialah yang mencernanya, secara gamblang keadaan yang terjadi sudah dicantumkan dalam Al-Quran sebagai kitab suci umat islam, begitupun kesehatan reproduksi pria dan perempuan di dalam Islam sangat diperhatikan.

Alasannya cukup kuat, dalam pandangan Islam sangatlah diakui keabsahannya oleh dunia karena cukuplah jelas dan detail namun disampaikan dengan cara yang simple sehingga dapat dimengerti dengan mudah oleh umat Muslim. 

Salah satu masalah penting yang sering kita kenal di jaman now yaitu mengenai kesehatan reproduksi di dalam agama Islam adalah masalah aborsi. Kebanyakan adalah perempuan yang tidak menikah atau remaja yang belum cukup memahami mengenai kesehatan alat reproduksi dengan baik dan dari sumber yang tepat.

Sebagai agama yang melindungi kaumnya, posisi perempuan, terutama para ibu, dalam Islam sangat dimuliakan. Olehnya itu posisi perempuan harus dijaga lewat norma-norma sosial dan adat istiada didaerah masing-masing. 

Pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi merupakan salah satu bentuk dukungan Islam agar kaum perempuan dapat menjadi ibu yang sehat dan bertanggung jawab. 

Baik kaum laki-laki maupun kaum perempuan yang beragama Islam sebaiknya menimbah dan memperbanyak wawasan ilmu tentang kesehatan reproduksi agar norma-norma sosial dalam Islam bisa ditegakkan dan dijalankan secara harmonis dengan ajaran-ajaran Islam lainnya hal ini untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semua Agama Menyetujui kesehatan reproduksi

Semua agama melarang berhubungan sebelum menikah, baik melalui hubungan dubur dan mulut. Hubungan seksual antara pasangan sejenis dan juga hubungan seksual dengan binatang. 

Dalam upaya menjaga kesehatan reproduksi, hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti juga sangat dilarang di dalam Islam. Hal ini cukup beralasan karena dengan menjaga kesehatan reproduksi umat Muslim terjaga dan menjauhi tindakan tersebut kita akan terhindar dari penyakit seksual dan kesehatan akan terganggu baik dari mental maupun hubungan sosial antar umat.

Demikianlah tulisan ini mengenai Kesehatan Reproduksi Perempuan Dalam Pandangan Islam
Semoga bermanfaat dan terima kasih…

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kesehatan Reproduksi dalam Pandangan Agama"

Post a Comment