Gejala dan Akibat Osteoporosis

Hadikreatif. Gejala dan Akibat Osteoporosis. Osteoporosis merupakan keadaan dimana kualitas kepadatan tulang menurun dengan gejala yang dibuktikan dengan keroposnya tulang dan rentan retak. 

Osteoporosis umumnya baru diketahui setelah ditemukan keretakan pada tulang kita, hal ini terjadi biasanya setelah seseorang mengalami jatuh ringan. Terjadinya keretakan pada pergelangan tangan, pada tulang pinggul, maupun tulang belakang merupakan kasus yang paling banyak terjadi dan ditemui pada penderita osteoporosis. 

Osteoporosis dapat pula dikatan sebagai keadaan dimana terjadi peningkatan porositas dari tulang pada seseorang. Bagian tulang yang umumnya diserang adalah:
1. Pada tulang radius distal
2. Pada tulang vertebrae 
3. Pada tulang kollum femur / pelvis 
Gejala dan Akibat Osteoporosis


Gejala dan Akibat Osteoporosis

Menurut bebepa ahli, Osteoporosis terbagi dengan beberapa jenis diantaranya:
1. Osteoporosis Primer 
Osteoporosis primer merupakan suatu pengeroposan tulang yang belum diketahui penyebabnya dengan jelas adalah kelompok terbesar. Osteoporosis primer dibagi menjadi dua, pertama Osteoporosis yang timbul pada wanita post menoupouse, kedua Osteoporosis yang terdapat pada kedua jenis kelamin   dengan usia yang semakin bertambah (senilis) 

2. Osteoporosis Sekunder 
Osteoporosis sekunder dapat dikatakan sebagai suatu pengeroposan tulang yang diketahui penyebabnya dengan  jelas, yang mana biasanya disebabkan oleh Endcrine disease, Nutritional causes dan Drugs 

3. Osteoporosis Idiopatic
Yang dimaksud dengan osteoporosis jenis ini adalah terjadinya pengurangan masa tulang pada : Juvenile, Adolesence, Wanita pra menoupouse, Laki-laki berusia muda/ pertengahan dan osteoporosis jenis ini lebih jarang terjadi. 

Untuk lebih kita ketahui bersama bahwa pada tulang terdapat sel tulang yang meliputi osteoblas, osteossit dan osteoclas yang mana aktifitasnya mengatur homeostasis kalsium yang tidak  berdiri sendiri melainkan saling berinteraksi. Homeostasis kalsium pada tingkat seluler didahului penyerapan tulang oleh osteoclas  yang memerlukan waktu 40 hari disusul fase istirahat dan kemudian disusul fase pembentukan tulang kembali oleh osteoblas yang memerlukan waktu 120 hari.

B. Gejala dan Tanda Osteoporosis 
Pada awalnya penyakit ini tidak menimbulkan gangguan apapun. Namun dalam  kondisi yang sudah parah gambaran klinik osteoporosis adalah terdiri dari rasa nyeri dan tinggi badan berkurang /memendek 

Dalam mendiagnosis osteoporosis tidak hanya berdasarkan pemeriksaan klinik serta radiologis saja. Dengan pemeriksaan penunjang yaitu BMD (Bone Mineral Density) dan DEXA (Dual Energy X-Ray Absorpsiometry) diagnosis osteoporosis menjadi lebih pasti. 

C. Faktor Resiko Osteoporosis 
Dikenal beberapa faktor resiko untuk terjadinya osoteoporosis. Faktor resiko ini dibagi menjadi dua
  1. Faktor resiko yang tidak bisa dirubah seperti: Usia, Jenis kelamin, Ras, Riwayat Keluarga/keturunan, Bentuk tubuh 
  2. Faktor resiko yang dapat dirubah seperti: kebiasaan merokok, Alcohol, Defisiensi vitamin D, Kafein, Gaya hidup, Gangguan makan (anoreksia vervusa), Defisiensi esterogen pada menoupouse alami atau menoupouse karena operasi, Penggunaan obat-obatan tertentu seperti : Diuretik, Glukoortikoid, Anti konvulsan, Hormon tiroid berlebihan 
Faktor penyebab terjadi osteoporosis atau pengeoposan tulang yang paling utama meliputi hal-hal  sebagai berikut: 

1. Faktor kebiasaan Merokok
Di zaman sekarang ini wanita sudah terang-terangan merokok di depan umum, hal ini semakin membuka banyaknya kasus osteoporosis pada wanita, padahal dalam sebatang rokok terdapat nikotin yang dapat mengakibatkan melemahnya daya serap sel terhadap kalsium dari darah ke tulang, mengakibatkan proses pembentukan tulang menjadi melemah, hal ini sesuai uraian penulis sebelumnya tentang bahaya merokok.

2. Faktor konsumsi Alkohol
Dampak dari konsumsi alcohol pada osteoporosis berhubungan dengan jumlah alcohol yang dikonsumsi. Konsumsi yang berlebihan akan menyebabkan melemahnya daya serap sel terhadap kalsium dari darah ke tulang.

3. Faktor terjadinya Menopouse
Datangnya menopause secara otomatis kadar esterogen juga akan menurun, akibatnya kadar esterogen resorbsi pada tulang menjadi lebih cepat, menimbulkan  penurunan masa tulang yang cukup banyak. 

4. Faktor Kafein
Mengkonsumsi atau minum kopi diatas 3 cangkir per hari, menyebabkan tubuh selalu ingin  kencing. Keadaan tersebut menyebabkan kalsium banyak terbuang bersama  air kencing.

5. Latihan /aktivitas
Dengan menurunnya penopang berat badan merupakan respon penting bagi resorpsi tulang, beban fisik yang terintegrasi merupakan  penentu dari puncak masa tulang.

6. Faktor Umur atau jenis kelamin (keturunan)
Dari segi  usia pada laki-laki dan wanita usia diatas 40 tahun merupakan usia terkenaa osteoporosis. Dari perbedaan jenis kelamin dapat diketahui bahwa kerapuhan tulang banyak diderita oleh wanita yang menoupouse. Hal ini dikarenakan hormon esterogennya menurun drastis.

Demikian artikel Mengenal Gejala dan Akibat Osteoporosis (Pengeroposan Tulang), semoga bermanfaat..

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gejala dan Akibat Osteoporosis"

Post a Comment